SEJARAH SRIWIJAYA MANIA

Palembang, 15 Januari 2015.
Seperti kita ketahui SRIWIJAYA FC tim sepakbola indonesia kebanggaan wong palembang. Sriwijaya Fc sendiri bukanlah tim yang kaya akan sejarah, karena sriwijaya fc baru di take over dr Persijatim Solo sejak 23 Oktober 2004. Namun sejak itu Sriwijaya Fc berubah menjadi salah satu tim kuat di indonesia yang punya banyak penggemar. Salah satunya kita SUPORTER SRIWIJAYA MANIA.

Nah disini admin akan coba untuk menuliskan sejarah berdirinya Sriwijaya Mania hingga menjadi suporter besar & modern seperti sekarang ini. Agar kelak, para penerus kita tidak akan melupakan sejarah dari sriwijaya mania.

Berawal di akhir tahun 2004 Sriwijaya Fc di tak over dan berlaga kompetisi diviai utama di Liga Indonesia. Sejak itu semua pencinta sepakbola indonesia senang, karena sebelumnya kita hanya memiliki Ps Palembang yang selalu berkutat di Divisi 1 Liga Indonesia.

Sejak itu muncul lah sekelompok pencinta Sriwijaya Fc yang menamakan diri mereka Sriwijaya Fans. Saat itu Sriwijaya Fans, Ketua sekaligus pendiri sriwijaya fans adalah seorang dosen di Universitas IAIN Raden Fatah yang sangat mengidolakan Sriwijaya Fc. Sriwijaya Fans memilih Tribun Timur sebelah kiri sebagai tempat mereka berkumpul & bersorak sorak mendukung sriwijaya fc.

Di awal tahun 2005 sriwijaya fans sepakat merubah nama menjadi Sriwijaya Mania dan menetapkan sebuah logo sebagai simbol pemersatu bagi seluruh suporter sriwijaya yang ada di palembang. Kenapa dipilih Mani??? karena inilah kultur asli suporter indonesia. Dulu tidak ada yang namanya ultras & hooligan. Semua suporter di indonesia memakai embel embel mania di belakang nama mereka. Mania di ambil dari kata Maniak yang berarti kecintaan pada sesuatu secara mendalam. Maka, Sriwijaya Mania adalah sekolompok orang yang mencintai sriwijaya fc secara mendalam.

Foto di atas adalah Logo pertama Sriwijaya Mania, lahir pada tahun 2005. Menggunakan warna dasar Kuning & Hijau dikarenakan Sriwijaya Fc pada saat itu memiliki jersey kuning list hijau sebagai jersey kandang.

Sriwijaya Mania berkembang dan terus berkembang, admin sendiri baru bergabung setelah Sriwijaya Mania memiliki logo resmi ini. Kelompok suporter ini mulai menjadi besar dan dikenal suporter luar.

Foto di atas adalah Sriwijaya Fc musim 2005 - 2006, jika kalian melihat segerombol orang berpakaian kuning - kuning di belakang para pemain bagian kanan itulah Sriwijaya Mania. Karena pada saat itu suporter sriwijaya fc masih satu yaitu sriwijaya mania.

Barulah dipertengahan 2005 tepatnya bulan mei, awal muasal pertikaian suporter palembang teejadi. Sebanyak 8 orang yang merasa terjadi kejanggalan pada sistem keuangan ditubuh sriwijaya mania sepakat mendirikan kelompok suporter sendiri dan memilih utara sebagai lokasi mereka. Mereka yang kemudian menamakan diri mereka Sriwijaya Ngamuk Mania ( SINGA MANIA ).

Sebagai akibat dari perseteruan itu, tubuh organisasipun memanas, hingga pada 20 Mei 2005 kita memutuskan untuk memisahkan diri dan membentuk SRIWIJAYA MANIA SUMSEL ( SMS ) untuk membedakan kita dari Sriwijaya Mania versi Rendra. Kita mengambil posisi di tribun timur bagian kiri std. Jakabaring palembang.

Foto di atas adalah logo SRIWIJAYA MANIA SUMSEL yang saat itu diketuai oleh Marthin Anventama. Sejak itu, kerusuhan seakan tak bisa di hindari. Terjadi konflik antara S-MAN dan SMS. Yang puncaknya terjadi pada pembukaan musim 2007 terjadi bentrok besar besaran saat konser Radja di Std.Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Dan sejak saat itu, suporter Sriwijaya mania ( versi rendra ) membubarkan diri dan tidak eksis lagi di stadion. Inilah yang kita sebut Kisruh suporter palembang edisi pertama.
Kisruh suporter sriwijaya tak berhenti sampai disitu. Tak lama setelah kita bentrok hingga kembali menjadi suporter satu satunya di tribun timur. Kelompok suporter Singa Mania yg berdiri di tribun utarapun mengalami perpecahan. Hingga terbentuklah suporter baru bernama Singa Mania Indonesia ( SIMANIS ) yang diketuai oleh qusoi. Sejak saat itu, konflik demi konflik pun sering kali terjadi dibumi palembang saat diselenggarakannya partai kandang sriwijaya fc. Kejadian ini seolah menjadi rutinitas yang tak bisa dihindari.

Hingga akhirnya management berniat menyatukan ketiga suporter sriwijaya fc ini ( sms , singa , simanis ) menjadi satu suporter dengan nama BELADAS pada tahun 2008. Namun niatan baik management ini di tolak oleh kubu singa mania dengan alasan tidak mau mengganti warna kaos dari hijau menjadi kuning. Hanya kita & simanis yang mau menerima usulan untuk bergabung.

Hingga akhirnya Sriwijaya Mania Sumsel yang tergabung dalam beladas bersama simanis menjadi terbawa bawa kisruh antara simanis & singa mania. Rusuh & terus rusuh, karena singa mania selalu bersikeras tidak ingin bergabung bersama di tribun timur.

Akhirnya pada tahun 2012 , Kita ( Sriwijaya Mania Sumsel ) memutuskan untuk berhenti bergabung bersama simanis dan memilih untuk berdiri sendiri karena kita merasa selalu menjadi kambing hitam kerusuhan antara Singa & Simanis.

Keputusan besar juga kita ambil di tahun itu dengan memilih Tribun Selatan sebagai rumah baru kita dan menghilangkan nama embel embel sumsel di belakang nama SRIWIJAYA MANIA.

Kisruh memang tidak lantas berhenti sampai disitu karena pertikaian ini seolah sudah mendarah daging. Numun kita bisa merasa bangga karena kita bisa berdiri dan hingga saat ini kita dikenal sebagai SRIWIJAYA MANIA penghuni TRIBUN SELATAN.

JADI KENAPA KALIAN TIDAK BANGG MENJADI SRIWIJAYA MANIA ???

SRIWIJAYA MANIA SINCE 2005
SRIWIJAYA MANIA TILL DIE



Sumber : para petinggi sriwijaya mania saat ini. 


1 Komentar untuk "SEJARAH SRIWIJAYA MANIA"

ayolah, sriwijaya fc adalah salah satu klub terbesar di indonesia karena prestasi nya. maka, kalian para suporter sfc. bersatulah, perbedaan warna tidak masalah, tujukan sikap dewasa kalian. dan buktikan, sriwijaya fc punya suporter yg besar dan kompak !

Back To Top